Skip to content
  • Beranda
  • Produk
    • Cloud AI
    • Intelligent Computing
    • Intelligent Connection
    • Produk SMB
    • Security H3C
  • Blog
placeholder-661-1-1.png
  • Beranda
  • Produk
    • Cloud AI
    • Intelligent Computing
    • Intelligent Connection
    • Produk SMB
    • Security H3C
  • Hubungi Kami
Hubungi Kami

Category: blog

November 25, 2025November 25, 2025

Mengatasi Tantangan Relokasi Data Center: Pelajaran dari Proyek Bilibili dan H3C

Di era digital yang serba cepat, ketersediaan layanan dan stabilitas sistem menjadi salah satu penentu utama keberhasilan platform online. Bilibili, salah satu platform video dan komunitas digital terbesar di Tiongkok, memahami hal ini lebih dari siapapun. Platform ini tidak hanya menyediakan hiburan dan informasi, tetapi juga menjadi ekosistem bagi kreator untuk menghasilkan konten dan monetisasi secara langsung. Dengan jutaan pengguna aktif harian, gangguan layanan sekecil apapun bisa berdampak besar pada pengalaman pengguna dan reputasi platform. Itulah sebabnya, relokasi data center Bilibili, yang dilakukan dalam waktu 18 bulan, menjadi proyek krusial. Tidak hanya melibatkan tens of thousands of servers dan perangkat jaringan, proyek ini juga menjadi contoh bagaimana perencanaan matang dan kolaborasi strategis dapat meminimalkan risiko dalam operasi besar. Mengapa Relokasi Data Center Begitu Kompleks? Relokasi data center bukan sekadar memindahkan perangkat keras dari titik A ke titik B. Proyek ini merupakan sistematika kompleks yang mencakup: Migrasi server, switch, router, firewall, dan storage Penyesuaian koneksi jaringan dan pengaturan topologi Penataan lingkungan ruang komputer (cooling, power, dan keamanan fisik) Migrasi data dan aplikasi bisnis tanpa downtime Jika salah langkah, konsekuensinya bisa fatal: kerusakan perangkat, kehilangan data, hingga gangguan layanan bagi jutaan pengguna. Bilibili menyadari risiko ini dan bekerja sama dengan H3C, penyedia solusi IT terkemuka, untuk merancang strategi relokasi yang terperinci dan menyeluruh. Langkah Strategis dalam Migrasi Multi-Batch Proyek relokasi Bilibili berlangsung selama 18 bulan dengan pendekatan multi-batch. Setiap batch diperlakukan sebagai proyek kecil dengan proses yang terstruktur: Perencanaan matang Tim proyek menyusun rencana darurat untuk berbagai skenario: Perubahan mendadak pada operasi bisnis Gangguan jaringan di kondisi khusus Perubahan prosedur akses dan transportasi perangkat Perbaikan darurat jika terjadi masalah transportasi server Eksekusi bertahap di lokasi Contohnya, satu batch relokasi melibatkan lebih dari 1.700 perangkat. Semua langkah—mulai shutdown layanan, backup data, pembongkaran server dan switch, transportasi, pemasangan, hingga pengaktifan ulang layanan—dilakukan dalam waktu satu minggu. Hasil yang mengesankan Semua proses selesai tepat waktu dengan tingkat kegagalan kurang dari 0,1%, memastikan layanan pengguna tidak terganggu. Optimasi Hijau dan Efisiensi Energi Selain fokus pada kontinuitas layanan, proyek ini juga menekankan prinsip green IT sejalan dengan strategi nasional “dual carbon”: Penggunaan energi rendah: Power Usage Effectiveness (PUE) data center diturunkan dari 1,5 menjadi di bawah 1,25, mengurangi konsumsi listrik dan emisi karbon. Peralatan hemat energi: Penerapan server dan switch terbaru dengan manajemen efisien meningkatkan SLA dan performa sistem. Operasi dan pemeliharaan efisien: Strategi ini memastikan bahwa penggunaan energi seimbang dengan kebutuhan kapasitas layanan. Hasilnya, Bilibili tidak hanya memiliki data center yang lebih stabil, tetapi juga lebih ramah lingkungan. Optimasi Infrastruktur IT dan Konsistensi Sistem H3C memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan revitalisasi penuh terhadap sistem Bilibili, meliputi: Penggantian perangkat keras rusak secara batch Update firmware yang bermasalah Standardisasi konfigurasi BMC/BIOS Penyelarasan versi kernel dan lingkungan sistem Langkah-langkah ini tidak hanya menjamin konsistensi dan stabilitas sistem, tetapi juga menyederhanakan operasi dan pemeliharaan jangka panjang. Dengan sistem yang lebih terstandarisasi, tim operasional bisa bekerja lebih cepat dan efisien, meminimalkan risiko kesalahan manusia. Manfaat Strategis dari Proyek Relokasi Bilibili Layanan tanpa gangguan Dengan downtime minimal, jutaan pengguna tetap dapat menikmati video, streaming, dan interaksi komunitas tanpa hambatan. Stabilitas jangka panjang Infrastruktur baru mendukung operasi multi-active dan remote, sehingga aplikasi dan layanan tetap berjalan lancar walaupun terjadi beban tinggi. Efisiensi energi dan biaya PUE yang lebih rendah berarti biaya listrik berkurang, sekaligus mendukung tujuan green IT. Resiliensi dan keamanan Penguatan perangkat dan konsistensi sistem membuat risiko downtime dan gangguan keamanan berkurang drastis. Optimasi operasional Dengan server dan software yang seragam, manajemen dan pemeliharaan dapat dilakukan lebih cepat, serta perbaikan lebih mudah dilakukan. Pelajaran yang Bisa Dipetik Proyek relokasi Bilibili membuktikan beberapa prinsip penting untuk setiap organisasi yang berencana memindahkan data center: Perencanaan adalah kunci: Semua risiko harus diantisipasi dengan rencana darurat yang rinci. Kolaborasi dengan ahli: Partner yang berpengalaman seperti H3C dapat membawa pengalaman praktis yang tidak ternilai. Pendekatan bertahap: Multi-batch migration meminimalkan risiko dan memastikan kontrol penuh terhadap setiap tahap. Efisiensi dan keberlanjutan: Modernisasi data center bukan hanya soal performa, tetapi juga efisiensi energi dan green IT. Kesimpulan: Relokasi Data Center Bukan Hanya Pindah Perangkat Bilibili dan H3C menunjukkan bahwa relokasi data center adalah proyek strategis yang mencakup teknologi, proses, dan keberlanjutan. Dengan perencanaan matang, eksekusi terstruktur, dan kolaborasi yang tepat, organisasi dapat: Meminimalkan downtime Mengurangi risiko Meningkatkan efisiensi operasional Mendukung strategi keberlanjutan Bagi perusahaan yang ingin memodernisasi infrastrukturnya, proyek Bilibili menjadi model nyata tentang bagaimana relokasi data center bisa dilakukan dengan sukses, aman, dan ramah lingkungan. Jika Anda ingin menggali lebih dalam bagaimana H3C Workspace Cloud Desktop dapat mengoptimalkan infrastruktur TI perusahaan Anda, saya siap membantu Anda terhubung dengan H3C Indonesia atau PT. iLogo Infralogy Indonesia. Saya dan tim akan memberikan informasi lengkap serta konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda, sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat dan strategis untuk kemajuan organisasi Anda. Jangan tunggu lagi—ambil langkah cerdas menuju infrastruktur TI yang lebih efisien dan tangguh mulai hari ini.

Read More
November 25, 2025November 25, 2025

Mendorong Batas Infrastruktur AI: Kolaborasi REDnote dan H3C dengan Arsitektur DDC Global Pertama

Sebagai seseorang yang selalu mengikuti perkembangan AI dan infrastruktur komputasi cerdas, saya sangat terkesan dengan langkah terbaru REDnote. Platform komunitas industri ini tidak hanya mengintegrasikan teknologi AIGC untuk pengalaman pengguna yang lebih cerdas, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan dalam membangun infrastruktur AI yang berperforma tinggi dan efisien. Terbaru, REDnote bermitra dengan H3C untuk meluncurkan cluster jaringan komputasi AI berbasis arsitektur DDC (Diversified Dynamic-Connectivity) pertama di dunia—sebuah pencapaian yang menandai tonggak penting dalam evolusi jaringan untuk model besar (large models). Tantangan Jaringan di Era Model Besar Seiring munculnya model-model AI berskala besar seperti DeepSeek, jaringan komputasi AI menghadapi tantangan performa yang belum pernah ada sebelumnya. Model dengan arsitektur MoE (Mixture of Experts) memiliki karakteristik unik yang membuat arsitektur jaringan tradisional rentan terhadap kemacetan. Ada beberapa tantangan utama yang kami lihat: Komunikasi antar mesin meningkat drastis – Di MoE, hingga 50% trafik berasal dari komunikasi antar mesin, sehingga kemacetan jaringan menjadi penghambat utama efisiensi pelatihan model. Kebutuhan latensi rendah dan throughput tinggi – Pola trafik yang dinamis membuat setiap penundaan kecil berdampak pada kolaborasi antar GPU, sementara sumber daya komputasi harus tetap optimal. Pola trafik yang dinamis membuat tuning tradisional gagal – Tidak seperti pipeline parallelism atau data parallelism, komunikasi All-to-All di MoE sangat variabel sehingga solusi tuning statis tidak efektif. Dengan memahami tantangan ini, saya bisa melihat mengapa REDnote membutuhkan solusi jaringan yang revolusioner dan mudah dioperasikan. DDC Architecture: Revolusi Jaringan untuk AI Bersama H3C, REDnote memanfaatkan arsitektur DDC generasi baru yang mengubah cara jaringan mendukung pelatihan model besar. Arsitektur ini menggabungkan desain terdistribusi dengan teknologi cell switching, memungkinkan 100% load balancing jaringan dan pemanfaatan bandwidth maksimal antar switch. Beberapa fitur kunci DDC yang saya anggap sangat inovatif: VOQ+Credit traffic scheduling – Menjamin forwarding tanpa hambatan di seluruh cluster pelatihan, dengan latensi rendah dan nol kehilangan paket. Integrasi cell switching dengan protokol Ethernet – Menjadi Ethernet-native pertama dengan kemampuan scheduling global, tanpa perlu parameter tuning manual di jaringan. Dukungan untuk komunikasi kolektif utama – Termasuk All-Reduce dan All-to-All, cocok untuk model Dense maupun MoE. Kompatibilitas luas – Mendukung GPU mainstream dan GPU domestik, memaksimalkan performa sekaligus mengurangi kompleksitas operasional. Bagi saya, keunggulan terbesar DDC adalah kombinasi kinerja tinggi dan kemudahan operasional, yang jarang terlihat di solusi jaringan tradisional. Kolaborasi REDnote dan H3C: Validasi Mendalam dan Implementasi Global REDnote menetapkan standar tinggi untuk proyek ini: performa puncak, kemudahan operasional, skalabilitas untuk masa depan, dan validasi menyeluruh. Tim REDnote dan H3C melakukan uji teknis berlapis-lapis, menyesuaikan parameter seperti pustaka komunikasi kolektif, QP, ECN, PFC ratio, Headroom, dan PXN untuk memastikan stabilitas, reliabilitas, dan performa jaringan. Hasil pengujian sangat meyakinkan: Throughput tinggi di skenario All-to-All dan All-Reduce – Single GPU mencapai hingga 381,83 Gbps (All-to-All) dan 385,98 Gbps (All-Reduce). Tanggap cepat terhadap kegagalan perangkat keras – Baik lokal maupun jarak jauh, jaringan menyesuaikan sumber daya dengan cerdas. Plug-and-play – Menghilangkan kebutuhan tuning parameter jaringan, mempermudah operasi dan pemeliharaan. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa DDC tidak hanya meningkatkan kapasitas jaringan, tetapi juga mempercepat pelatihan model AI dan mengintegrasikan AI lebih dalam ke ekosistem konten REDnote. Masa Depan Infrastruktur AI dan Ekosistem Model Besar Cheng Junfeng, Head of Infrastructure Network REDnote, menekankan bahwa jaringan terbuka dan performa tinggi adalah kunci inovasi berkelanjutan. Sementara Qiao Yan dari H3C melihat DDC sebagai solusi revolusioner untuk pusat komputasi AI berskala besar. Bagi saya, kolaborasi ini menciptakan fondasi strategis bagi masa depan AI di tingkat infrastruktur, mulai dari optimasi algoritma rekomendasi konten hingga pengembangan alat kreasi cerdas dan analisis data real-time. Secara keseluruhan, arsitektur DDC membuktikan bahwa inovasi jaringan dapat menjadi penopang penting ekosistem model besar, memungkinkan organisasi seperti REDnote menggabungkan AI ke setiap pengalaman pengguna. Dengan perkembangan teknologi AI yang terus cepat, saya yakin inovasi seperti DDC akan menjadi standar untuk membangun infrastruktur AI canggih, efisien, dan siap menghadapi skala model-model besar masa depan. Ingin mengoptimalkan infrastruktur TI perusahaan Anda? H3C Workspace Cloud Desktop hadir untuk memberikan solusi cerdas dan efisien. Hubungi H3C Indonesia atau PT. iLogo Infralogy Indonesia untuk mendapatkan informasi lengkap dan konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda, sehingga Anda dapat membuat keputusan yang tepat untuk kemajuan organisasi.

Read More
November 12, 2025November 12, 2025

Menjelajahi Wi-Fi 7: Fitur Baru Apa Saja yang Didukung oleh Wi-Fi 7?

Wi-Fi 7, atau yang dikenal dengan nama teknis 802.11be, adalah standar nirkabel terbaru yang membawa berbagai peningkatan signifikan dibandingkan dengan pendahulunya, Wi-Fi 6. Dengan berkembangnya kebutuhan akan konektivitas yang lebih cepat dan lebih andal, Wi-Fi 7 menawarkan sejumlah fitur baru yang dirancang untuk mendukung aplikasi-aplikasi canggih di masa depan seperti Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), video 8K, dan banyak lagi. Berikut adalah beberapa fitur utama Wi-Fi 7 yang akan mengubah cara kita menghubungkan perangkat dalam ekosistem nirkabel: 1. Bandwidth Lebih Lebar hingga 320MHz Wi-Fi 7 mendukung bandwidth hingga 320MHz, yang lebih lebar dibandingkan dengan Wi-Fi 6 yang maksimal hanya 160MHz. Bandwidth yang lebih besar ini memungkinkan Wi-Fi 7 untuk mendukung aplikasi yang membutuhkan kecepatan dan latensi yang sangat rendah, seperti VR, AR, permainan online, dan konferensi video. Dengan peningkatan bandwidth ini, Wi-Fi 7 dapat menangani lebih banyak data dalam waktu yang lebih singkat, meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan. Contoh Kasus: Dalam aplikasi VR atau AR, pengguna mengharapkan pengalaman yang sangat responsif dan bebas lag. Wi-Fi 7 dapat menyediakan bandwidth yang diperlukan untuk menyalurkan data yang dibutuhkan untuk pengalaman imersif tersebut, mengurangi latensi dan gangguan. 2. Modulasi 4096-QAM Salah satu fitur revolusioner Wi-Fi 7 adalah penggunaan modulasi 4096-QAM (Quadrature Amplitude Modulation). Sementara Wi-Fi 6 menggunakan 1024-QAM, yang membawa 10 bit per simbol, Wi-Fi 7 melipatgandakan kapasitas simbol menjadi 12 bit per simbol, berkat peningkatan modulasi ini. Hasilnya adalah kapasitas informasi yang lebih besar dalam setiap simbol, meningkatkan efisiensi transmisi data. Contoh Kasus: Pada jaringan yang padat, seperti di kantor atau area publik dengan banyak perangkat terhubung, Wi-Fi 7 dengan 4096-QAM memungkinkan throughput yang lebih tinggi, bahkan dalam kondisi trafik yang padat. 3. Konfigurasi MIMO 16×16 MIMO (Multiple Input, Multiple Output) adalah teknologi yang menggunakan beberapa antena untuk mentransmisikan dan menerima sinyal secara simultan, meningkatkan kapasitas jaringan dan jangkauan sinyal. Wi-Fi 7 mendukung konfigurasi MIMO hingga 16×16, menggandakan kemampuan MIMO dari Wi-Fi 6 yang mendukung 8×8. Dengan MIMO 16×16, lebih banyak perangkat dapat terhubung secara bersamaan, meningkatkan throughput dan kapasitas jaringan. Contoh Kasus: Di rumah pintar dengan banyak perangkat yang terhubung (lampu pintar, kamera keamanan, termostat, dll.), Wi-Fi 7 dapat memastikan bahwa semua perangkat dapat berfungsi dengan lancar tanpa mengganggu satu sama lain, bahkan jika semuanya terhubung pada saat yang sama. 4. Operasi Multi-Link (Multi-Link Operation – MLO) Wi-Fi 7 memperkenalkan konsep Multi-Link Device (MLD), yang memungkinkan perangkat untuk menghubungkan beberapa radio link ke access point (AP) secara bersamaan. Dengan Multi-Link Operation (MLO), perangkat dapat memilih link yang optimal sesuai dengan kondisi jaringan dan skenario penggunaan, memberikan kinerja yang lebih efisien dan lebih andal. Contoh Kasus: Dalam skenario dengan banyak perangkat yang terhubung, seperti dalam acara besar atau konser, Wi-Fi 7 dapat menggunakan beberapa frekuensi berbeda untuk mengurangi gangguan dan mengoptimalkan jalur komunikasi bagi setiap perangkat, memastikan kinerja tetap stabil meskipun ada banyak trafik. 5. Multi-RU (Resource Unit) Wi-Fi 7 juga memperkenalkan teknologi Multi-RU, yang memungkinkan perangkat untuk menggunakan beberapa subkanal (RU) secara bersamaan untuk meningkatkan utilisasi spektrum. Sementara Wi-Fi 6 hanya dapat mengalokasikan satu subkanal untuk setiap perangkat, Wi-Fi 7 memungkinkan perangkat untuk mengakses beberapa subkanal, meningkatkan efisiensi spektrum dan mengurangi latensi. Contoh Kasus: Dalam lingkungan kantor dengan banyak perangkat terhubung, Wi-Fi 7 memungkinkan pengalokasian lebih baik dari spektrum yang tersedia, mengurangi waktu tunggu dan memastikan koneksi yang lebih stabil bagi setiap perangkat. 6. Preamble Puncturing Preamble Puncturing adalah teknologi yang memungkinkan penggunaan saluran discontinuous untuk transmisi data, dengan menghindari saluran yang terganggu oleh interferensi. Teknologi ini meningkatkan efisiensi saluran dan memungkinkan peningkatan kinerja di area dengan banyak gangguan saluran. Contoh Kasus: Dalam lingkungan dengan banyak perangkat dan interferensi dari saluran lain (seperti gedung-gedung besar atau area padat), Wi-Fi 7 dengan Preamble Puncturing dapat menghindari saluran yang terganggu dan tetap menjaga kualitas transmisi data yang tinggi. 7. Aplikasi dan Skenario Penggunaan Wi-Fi 7 Wi-Fi 7 tidak hanya tentang kecepatan yang lebih tinggi, tetapi juga tentang menyediakan konektivitas yang lebih handal untuk berbagai aplikasi canggih yang semakin berkembang. Beberapa skenario penggunaan utama untuk Wi-Fi 7 meliputi: Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR): Wi-Fi 7 mendukung kecepatan tinggi dan latensi rendah, menjadikannya ideal untuk aplikasi VR dan AR, seperti dalam permainan, hiburan, pelatihan, dan pendidikan. Transmisi Video 8K: Dengan popularitas perangkat 8K yang semakin berkembang, Wi-Fi 7 menyediakan bandwidth yang lebih besar untuk menyampaikan video 8K berkualitas tinggi tanpa gangguan atau buffering. Kesehatan Nirkabel dan Telemedicine: Wi-Fi 7 dapat mendukung perangkat medis nirkabel dan aplikasi telemedicine dengan latensi rendah dan keandalan tinggi, memungkinkan pemantauan pasien secara real-time dan konsultasi medis jarak jauh. Rumah Pintar (Smart Home): Dengan lebih banyak perangkat yang terhubung, Wi-Fi 7 menawarkan kapasitas jaringan yang lebih besar, mendukung perangkat pintar rumah seperti lampu pintar, kamera keamanan, dan sistem suara. Kendaraan Otonom dan Transportasi Cerdas: Wi-Fi 7 menyediakan konektivitas berkecepatan tinggi dan latensi rendah, yang sangat penting untuk komunikasi kendaraan otonom dan sistem transportasi cerdas, memungkinkan komunikasi real-time antara kendaraan dan infrastruktur. Kesimpulan Wi-Fi 7 membawa inovasi besar yang tidak hanya meningkatkan kecepatan dan kapasitas jaringan, tetapi juga memperkenalkan kemampuan baru yang sangat penting untuk aplikasi masa depan seperti VR, AR, 8K video, dan kesehatan nirkabel. Dengan kemampuan seperti Multi-Link Operation, MIMO 16×16, dan modulasi 4096-QAM, Wi-Fi 7 dirancang untuk memenuhi tuntutan konektivitas modern yang semakin tinggi. Dengan semakin banyaknya perangkat yang terhubung dan semakin tingginya kebutuhan akan kecepatan dan latensi rendah, Wi-Fi 7 akan menjadi tulang punggung dari masa depan teknologi nirkabel. Gali Potensi Penuh Infrastruktur TI Anda dengan H3C Workspace Cloud Desktop Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam bagaimana H3C Workspace Cloud Desktop dapat mengoptimalkan kinerja dan efisiensi infrastruktur TI perusahaan Anda, H3C Indonesia dan mitra resmi kami, PT. iLogo Infralogy Indonesia, siap membantu Anda. Tim ahli kami akan memberikan informasi lengkap mengenai produk ini, serta menawarkan konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda, sehingga Anda dapat membuat keputusan yang paling tepat untuk mendukung perkembangan dan kemajuan organisasi Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami, dan mari bersama-sama mengimplementasikan solusi yang akan memperkuat daya saing perusahaan Anda di era digital ini.

Read More
October 22, 2025October 22, 2025

Transformasi Komputasi Cerdas: DeepSeek sebagai Katalisator di Era Inference AI

Industri teknologi saat ini tengah mengalami revolusi besar-besaran berkat DeepSeek, model AI yang sangat efisien dan sumber terbuka. DeepSeek tidak hanya berhasil menurunkan biaya pelatihan dan inferensi AI secara signifikan, tetapi juga mendorong adopsi teknologi AI ke berbagai sektor industri. Namun, meskipun DeepSeek mengurangi beban biaya, kebutuhan akan sumber daya komputasi justru semakin meningkat. Artikel ini akan membahas mengapa perubahan fokus industri dari pelatihan ke inferensi sangat penting, serta bagaimana bisnis bisa memanfaatkan peluang baru ini untuk berkembang. Permintaan Komputasi Besar Masih Tinggi Meskipun DeepSeek berhasil menurunkan biaya untuk pelatihan dan inferensi, permintaan komputasi besar tetap terus berkembang. Teknologi AI, terutama dengan munculnya model super-besar yang mendukung berbagai aplikasi multimodal, semakin mengarah pada kebutuhan akan komputasi yang lebih besar. Menurut data IDC, pasar server AI global diperkirakan akan mencapai $125,1 miliar pada 2024, dan naik menjadi $158,7 miliar pada 2025, dengan prediksi akan melampaui $222,7 miliar pada 2028. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi seperti DeepSeek memberikan efisiensi, permintaan untuk komputasi skala besar tetap tinggi. Peralihan Fokus AI: Dari Pelatihan ke Inferensi Pada masa lalu, kompetisi AI global lebih banyak difokuskan pada fase pelatihan model. Pelatihan adalah fondasi dari kemampuan model AI, sementara inferensi—proses penggunaan model AI dalam aplikasi nyata—sering kali dianggap sebagai langkah yang lebih sederhana. Namun, dengan kemunculan DeepSeek, fokus industri kini telah bergeser menuju inferensi, yang memungkinkan aplikasi AI bekerja lebih cepat dan lebih efisien di dunia nyata. Pada tahun 2025, sebagian besar beban kerja inferensi diprediksi akan mencapai 67% di China, dan diperkirakan akan meningkat menjadi 73% pada 2028. Ini adalah tanda nyata bahwa permintaan untuk optimasi inferensi sangat besar dan terus berkembang. Mengapa Ini Penting untuk Bisnis Anda? Sebagai pemimpin bisnis atau pengusaha teknologi, penting untuk memahami bagaimana peralihan ini akan memengaruhi strategi teknologi Anda. Dalam era di mana inferensi AI menjadi fokus utama, optimasi jaringan dan sumber daya komputasi menjadi kunci untuk menjaga daya saing. DeepSeek, dengan teknologi algoritma canggihnya, memungkinkan bisnis kecil dan menengah (SME) mengakses model-model besar dengan biaya yang lebih rendah. Untuk bisnis dengan sumber daya terbatas, model sumber terbuka seperti DeepSeek adalah pilihan yang sangat ekonomis. Anda bisa menggunakan model-model ini untuk fine-tuning dan implementasi di sistem Anda tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pelatihan dari awal. Ini membuka peluang besar untuk Anda yang ingin memanfaatkan teknologi AI dengan biaya lebih efisien. Solusi Untuk Berbagai Ukuran Bisnis 1. Perusahaan Besar dengan Kebutuhan Pelatihan Mendalam Untuk perusahaan besar yang memerlukan pelatihan intensif, mereka akan terus menguasai domain komputasi pelatihan. Namun, optimasi jaringan dan penggunaan teknologi seperti RoCE (RDMA over Converged Ethernet) sangat penting untuk meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan pemanfaatan daya komputasi. Selain itu, perusahaan besar harus membangun ekosistem teknologi lengkap yang menggabungkan perangkat keras, perangkat lunak, algoritma, dan aplikasi, untuk memanfaatkan keuntungan teknologi yang mereka miliki. 2. Perusahaan Menengah dengan Sumber Daya Terbatas Bagi perusahaan menengah, model-model sumber terbuka seperti DeepSeek memberikan akses ke teknologi canggih dengan biaya yang lebih rendah. Anda dapat memanfaatkan pruning model, kuantisasi, dan distilasi pengetahuan untuk menurunkan biaya pelatihan dan meningkatkan kinerja inferensi. Dengan memanfaatkan cloud computing dan optimalisasi jaringan, Anda dapat membangun pusat komputasi cerdas kecil yang fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan bisnis. 3. Penyedia Layanan Sewa Daya Komputasi Dengan semakin banyaknya perusahaan yang membutuhkan daya komputasi, pasar sewa daya komputasi menjadi semakin penting. Layanan sewa memungkinkan SME dan startup untuk mengakses daya komputasi tanpa harus berinvestasi besar di awal. Ini sangat menguntungkan, karena kompetisi di pasar perangkat keras semakin ketat, dan optimasi jaringan menjadi lebih krusial. Contoh Kasus: Memanfaatkan DeepSeek untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Misalnya, sebuah startup AI di Jakarta ingin mengembangkan aplikasi AI untuk pengenalan gambar, namun memiliki keterbatasan sumber daya. Dengan menggunakan DeepSeek, mereka bisa mengakses model AI besar tanpa perlu menghabiskan banyak biaya untuk pelatihan. Mereka dapat menyewa server komputasi dari penyedia layanan dengan biaya rendah dan mulai mengembangkan aplikasi mereka lebih cepat. Dalam hal ini, DeepSeek memungkinkan mereka untuk berfokus pada pengembangan aplikasi dan optimasi inferensi, sementara penyedia layanan menangani aspek komputasi. Mengapa Fokus pada Inferensi Sangat Penting? Di masa depan, pusat komputasi cerdas akan bertransformasi dari model pelatihan menjadi model inferensi. Ini berarti bahwa perusahaan harus lebih memperhatikan optimasi kinerja inferensi dan efisiensi jaringan untuk mendukung kebutuhan AI yang terus berkembang. Dengan DeepSeek, optimasi tersebut bisa dicapai dengan lebih efisien, memungkinkan bisnis untuk mengurangi biaya, mempercepat proses, dan menyediakan layanan AI yang lebih baik kepada pelanggan. Kesimpulan: Ambil Langkah Cerdas untuk Masa Depan AI Transformasi dari pelatihan ke inferensi adalah langkah besar dalam perkembangan AI. Ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk menilai kembali strategi komputasi AI Anda. Dengan memanfaatkan teknologi seperti DeepSeek, perusahaan dari segala ukuran bisa mengakses komputasi cerdas yang lebih efisien dan lebih terjangkau. Ke depan, optimasi inferensi dan jaringan yang efisien akan menjadi faktor penentu dalam kesuksesan Anda di dunia yang semakin bergantung pada teknologi AI. Berikut versi persuasif lainnya yang lebih menggugah: Gali Potensi Maksimal dengan Solusi H3C Workspace Cloud Desktop untuk Infrastruktur TI Anda! Jika Anda ingin mengeksplorasi lebih dalam bagaimana H3C Workspace Cloud Desktop dapat mengoptimalkan infrastruktur TI di perusahaan Anda, kami di H3C Indonesia siap memberikan informasi lengkap yang Anda butuhkan. Selain itu, PT. iLogo Infralogy Indonesia, mitra resmi kami, juga siap memberikan konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda. Tim ahli kami akan membantu Anda memahami bagaimana solusi ini dapat mendukung pertumbuhan dan efisiensi perusahaan Anda, agar Anda bisa membuat keputusan yang tepat demi kemajuan organisasi. Jangan ragu untuk menghubungi kami! Kami siap mendampingi Anda menuju transformasi digital yang lebih efisien dan efektif.

Read More
October 13, 2025October 13, 2025

Katalis DeepSeek: Berkompetisi di Era Inference AI

DeepSeek: Pendorong Baru Transformasi Industri AI Kehadiran DeepSeek, model AI open-source dengan efisiensi tinggi, telah membawa angin segar ke dunia teknologi dan mendorong revolusi baru dalam adopsi kecerdasan buatan. Dengan menurunkan biaya pelatihan (training) dan inferensi secara signifikan, DeepSeek memperluas akses terhadap AI ke kalangan yang lebih luas—mulai dari korporasi besar hingga pengembang individu. Namun, penghematan biaya ini tidak mengurangi kebutuhan akan daya komputasi. Justru sebaliknya: permintaan atas sumber daya komputasi semakin meningkat, seiring munculnya skenario aplikasi baru dan model multimodal yang semakin kompleks. Dunia industri pun kini bergerak dari sekadar “perlombaan kekuatan komputasi” menjadi strategi baru yang berpusat pada inferensi. Perubahan Fokus: Dari Pelatihan Menuju Inferensi Selama bertahun-tahun, pelatihan model AI menjadi pusat kompetisi global. Namun kini, inferensi—proses menjalankan model untuk menyelesaikan tugas nyata—menjadi titik fokus utama karena dampaknya langsung terhadap pengalaman pengguna dan kinerja aplikasi AI di dunia nyata. Menurut data IDC: 2025: Beban kerja inferensi di Tiongkok diperkirakan mencapai 67% 2028: Angka ini melonjak menjadi 73% DeepSeek memainkan peran kunci dalam pergeseran ini. Melalui teknologi seperti kuantisasi model, distilasi pengetahuan, dan open-source, DeepSeek menurunkan hambatan masuk dan memungkinkan UKM serta pengembang kecil untuk menggunakan model besar dengan biaya rendah. Panduan Strategis: Menavigasi Transformasi Komputasi AI Pergeseran ke fokus inferensi membutuhkan pendekatan berbeda, tergantung skala dan sumber daya perusahaan. Berikut peta jalannya: 1. Perusahaan Besar dengan Kebutuhan Pelatihan Mendalam Perusahaan seperti ini tetap menjadi pemimpin dalam domain pelatihan karena: Memiliki sumber daya besar untuk riset dan pengembangan Fokus pada model multimodal seperti gambar, teks, dan video Menggunakan arsitektur jaringan canggih seperti RoCE (RDMA over Converged Ethernet) untuk efisiensi tinggi Strateginya: Mengembangkan ekosistem teknologi end-to-end: hardware, software, algoritma, dan aplikasi Mengadopsi strategi open-source untuk menarik komunitas pengembang Meningkatkan utilisasi pusat komputasi melalui arsitektur DDC (Dynamic Data Center) dan jaringan lossless 2. Perusahaan Menengah dengan Sumber Daya Terbatas Bagi perusahaan dengan keterbatasan anggaran, efisiensi adalah kunci. Solusi yang disarankan: Gunakan model open-source seperti DeepSeek untuk fine-tuning dan implementasi langsung Terapkan teknik pruning, kuantisasi, dan distilasi pengetahuan untuk menekan biaya pelatihan Bangun pusat komputasi mini dengan 1–16 server dan switch 64/128-port 200G/400G Fokus pada optimisasi jaringan inferensi untuk meningkatkan efisiensi operasional Sebagai alternatif cepat, perusahaan bisa memanfaatkan produk seperti H3C LinSeerCube DeepSeek All-in-One, solusi siap pakai untuk berbagai skenario komputasi. 3. Penyedia Layanan Sewa Komputasi dan Developer Independen Kombinasi antara efisiensi DeepSeek dan penurunan harga sewa GPU mendorong ledakan pasar sewa daya komputasi. Ini membuka peluang besar untuk: Startup dan UKM: Mengakses daya komputasi tanpa investasi besar Developer individu: Menjalankan model besar dengan biaya rendah dan API yang terjangkau Kunci keberhasilan di sektor ini adalah: Optimalisasi jaringan: Teknologi seperti end-network integration dan path navigation untuk menghindari bottleneck Mendukung komunikasi paralel antar node model DeepSeek yang membutuhkan latensi rendah dan bandwidth tinggi Menyediakan layanan fleksibel (pay-as-you-go), sehingga pengguna bisa menyesuaikan kebutuhan komputasi secara dinamis Arah Masa Depan: Inferensi sebagai Pusat Arsitektur Komputasi AI Meskipun saat ini arsitektur pusat komputasi masih dominan pada pelatihan, tren menunjukkan pergeseran bertahap ke arah inferensi-sentris. Namun, perubahan ini tidak akan terjadi secara instan. Inferensi skala besar seperti DeepSeek tetap memerlukan GPU kelas atas dan infrastruktur berkinerja tinggi. Dalam jangka panjang, pusat komputasi akan: Mengintegrasikan sistem terdistribusi skala besar Menyediakan layanan sewa yang fleksibel dan efisien Fokus pada optimisasi jaringan dan alokasi daya komputasi yang adaptif Kesimpulan: Menentukan Jalur Anda di Era Inference Transformasi dari pelatihan ke inferensi bukan sekadar tren, melainkan pergeseran fundamental dalam strategi AI global. Untuk bisa bersaing di era ini: Perusahaan besar harus terus memimpin dalam pelatihan dan inovasi jaringan Perusahaan menengah dapat mengandalkan open-source dan inferensi efisien Pasar sewa komputasi menjadi solusi ideal bagi perusahaan dan developer kecil Catatan penting: Meski inferensi semakin dominan, kebutuhan akan daya komputasi tinggi tetap meningkat—baik untuk pelatihan maupun inferensi. Artinya, investasi dalam infrastruktur tetap krusial. Apakah organisasi Anda siap berkompetisi di era AI berbasis inferensi? Mulailah mengevaluasi strategi komputasi Anda hari ini dan temukan bagaimana DeepSeek serta jaringan canggih seperti H3C dapat mendukung transformasi digital Anda. Jika Anda ingin menggali lebih dalam mengenai solusi H3C Workspace Cloud Desktop dan bagaimana produk ini dapat mengoptimalkan infrastruktur TI di perusahaan Anda, jangan ragu untuk menghubungi H3C Indonesia atau PT. iLogo Infralogy Indonesia. Tim kami siap memberikan informasi lengkap serta konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda, sehingga Anda dapat mengambil keputusan terbaik untuk kemajuan organisasi Anda.

Read More
September 25, 2025September 25, 2025

In-Depth Analysis of H3C’s Next-Generation Lossless Network Solution Based on DDC Architecture

Context and Need: With the explosive growth of AI models scaling into trillions of parameters, the demand on data center networking is unprecedented. AI training requires extremely high-performance, low-latency, and lossless networks to ensure efficient data flow among thousands to tens of thousands of GPUs or network cards. Network bottlenecks or inefficiencies can directly reduce training throughput by up to 30% and increase training times by 25%, severely impacting operational efficiency and economics. H3C’s DDC (Diversified Dynamic-Connectivity) architecture, paired with its flagship computing cluster switch S12500AI, aims to meet these exacting needs, enabling ultra-large-scale, lossless, high-throughput networking tailored for AI data centers. Key Highlights of the DDC-Based Solution: 1. Massive Scalability and Flexibility Supports cluster interconnections from 1,000 up to 70,000+ network cards. NCF (Network Control Fabric) box supports up to 128 ports at 800G OSFP speeds. NCP (Network Control Ports) support a mix of 400G Q112 Ethernet and 800G OSFP Ethernet, allowing flexible adaptation to the most common NIC form factors. Open networking design avoids single points of failure by eliminating centralized control units, improving network stability and manageability. 2. Advanced Cell Switching for 100% Non-Blocking Performance Uses byte-level equal-length cell slicing, breaking packets into uniform cells. This cell-switching approach achieves perfect load balancing and eliminates traffic congestion and imbalances. Fully decouples GPUs and NICs traffic patterns, meaning network performance is consistent regardless of workload or packet types. Independent lab tests (e.g., Tolly report) show RoCE networks with DDC outperform traditional solutions, surpassing InfiniBand in bandwidth usage efficiency by 2.5% or more at bandwidths above 1G. 3. Open Core Framework Standards & Ecosystem H3C has developed an open DDC core framework standard based on OSF (Open Switching Framework). Uses BGP to advertise Tunnel End Points (TEPs), enhancing traffic scheduling through improved load balancing, congestion control, and reliability. This open standard encourages interoperability, breaking vendor lock-in and promoting a diverse, multi-vendor AI data center network ecosystem. 4. Simplified Operations and Maintenance (O&M) with AD-AIDC The AD-AIDC platform supports full lifecycle O&M for intelligent computing networks. Offers one-click automatic onboarding of devices, enabling plug-and-play deployment without complex manual tuning. Provides end-to-end network visualization and intelligent real-time monitoring for operational insight. Facilitates cross-domain fault location via device-network collaboration, enhancing reliability and reducing downtime. Why This Matters: Network efficiency and stability are critical to fully unlocking the performance potential of massive AI training clusters. H3C’s DDC solution pushes network throughput from typical 30% utilization up to nearly 100%, meaning AI workloads can run faster, more reliably, and more cost-effectively. By embracing open standards and flexible design, H3C fosters an ecosystem that allows diverse hardware and software components to work together seamlessly. Simplified O&M reduces operational complexity and cost, crucial for managing the sprawling, heterogeneous infrastructure of AI data centers. Looking Ahead: H3C’s DDC architecture redefines intelligent computing networks with its open, scalable, and lossless design. This evolution aligns perfectly with the AGI (Artificial General Intelligence) era’s infrastructure demands, promising to accelerate AI innovation across industries by providing a robust, future-proof network foundation. Jika Anda ingin menggali lebih dalam mengenai solusi H3C Workspace Cloud Desktop dan bagaimana produk ini dapat mengoptimalkan infrastruktur TI di perusahaan Anda, jangan ragu untuk menghubungi H3C Indonesia atau PT. iLogo Infralogy Indonesia. Tim kami siap memberikan informasi lengkap serta konsultasi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda, sehingga Anda dapat mengambil keputusan terbaik untuk kemajuan organisasi Anda.

Read More
September 12, 2025September 12, 2025

SDP Zero Trust: Strategi Keamanan Masa Depan yang Tidak Lagi Percaya pada “Zona Aman”

Di era digital saat ini, organisasi tidak bisa lagi bergantung pada asumsi lama bahwa jaringan internal itu aman sementara ancaman hanya datang dari luar. Konsep itu sudah usang. Fakta berbicara: semakin banyak serangan justru datang dari dalam jaringan, baik melalui akun yang dibajak, perangkat karyawan yang tidak aman, maupun insider threat. Inilah mengapa filosofi Zero Trust hadir, dan salah satu implementasi paling efektifnya adalah SDP (Software-Defined Perimeter) Zero Trust. Apa itu SDP Zero Trust? SDP Zero Trust adalah strategi keamanan berbasis identitas yang menolak kepercayaan implisit. Artinya, setiap pengguna, perangkat, atau aplikasi—baik di dalam maupun di luar jaringan—harus diverifikasi terlebih dahulu sebelum bisa mengakses sumber daya perusahaan. Tidak ada lagi istilah “akses langsung karena sudah berada di dalam jaringan.” Semua permintaan akses diperlakukan sama: harus divalidasi, diotorisasi, dan dikontrol secara ketat. Dengan cara ini, organisasi bisa menyembunyikan aset penting dari pihak yang tidak berhak, sekaligus memperkecil permukaan serangan (attack surface). Mengapa Organisasi Membutuhkannya? Dulu, firewall dianggap benteng utama. Asumsinya, cukup menjaga perimeter luar agar ancaman tidak masuk. Namun kini, kenyataan berbeda: Pekerjaan jarak jauh (remote work) membuat akses datang dari berbagai lokasi, perangkat, dan jaringan publik. Cloud computing dan hybrid network menghapus batasan “internal” dan “eksternal.” Serangan canggih mampu menembus perimeter, dan setelah itu bebas bergerak di dalam sistem. Dengan pendekatan tradisional, begitu penyerang berhasil melewati firewall, mereka dapat melakukan lateral movement (bergerak antar sistem), mencuri data, atau melumpuhkan layanan. SDP Zero Trust hadir untuk menutup celah ini. Manfaat Utama SDP Zero Trust Menyembunyikan Sumber Daya (Resource Invisibility) Aset digital seperti server, aplikasi, atau database tidak terlihat oleh pihak yang tidak berhak. Bahkan jika dilakukan port scanning, hasilnya nihil. Ini membuat hacker kehilangan target. Permukaan Serangan Lebih Kecil Setiap pengguna hanya bisa mengakses apa yang benar-benar dibutuhkan. Misalnya, staf HR tidak akan bisa melihat sistem keuangan, meskipun mereka sudah berada dalam jaringan yang sama. Kontrol Akses yang Granular Akses tidak hanya diatur per aplikasi, tetapi bisa sampai ke level modul atau API tertentu. Contoh: seorang karyawan boleh mengakses aplikasi CRM, tapi hanya modul “pelaporan” saja, bukan “data pelanggan lengkap.” Manajemen Dinamis Secara Real-Time Sistem menganalisis perilaku pengguna dan perangkat. Jika ada aktivitas mencurigakan, akses bisa langsung dicabut atau dibatasi secara otomatis. Portal Manajemen Terpadu Semua akses diatur dari satu titik pusat. Pengguna cukup login sekali (single sign-on), sementara admin mendapat visibilitas penuh. Perlindungan Data Lebih Kuat Data sensitif otomatis dienkripsi saat transit. Informasi diklasifikasikan sesuai tingkat sensitivitasnya, sehingga proteksi lebih tepat sasaran. Mitigasi Ancaman Internal SDP Zero Trust memonitor perilaku pengguna terus-menerus, sehingga potensi insider threat atau perangkat yang terinfeksi bisa cepat diatasi. Contoh Kasus Nyata Bayangkan sebuah perusahaan finansial yang mengelola data nasabah di hybrid cloud. Tanpa Zero Trust, seorang karyawan yang akunnya dibajak bisa menjadi pintu masuk peretas untuk mengakses database nasabah, mencuri informasi kartu kredit, lalu menjualnya di dark web. Namun dengan SDP Zero Trust: Akun karyawan hanya bisa mengakses aplikasi internal tertentu, bukan seluruh jaringan. Jika sistem mendeteksi login dari perangkat yang tidak biasa, akses langsung ditolak. Aktivitas anomali, seperti mencoba membuka modul yang tidak pernah digunakan sebelumnya, akan memicu blokir otomatis. Hasilnya: kebocoran data bisa dicegah sebelum terjadi. Perusahaan tidak hanya mengurangi risiko finansial, tapi juga menjaga kepercayaan nasabah, aset yang paling berharga. Mengapa Harus Bertindak Sekarang? Serangan siber tidak menunggu kesiapan organisasi. Bahkan, semakin banyak pelaku ancaman menggunakan AI untuk mempercepat dan memperluas serangan mereka. Organisasi yang masih mengandalkan perimeter tradisional ibarat rumah dengan pintu besar terbuka: begitu maling masuk, seluruh ruangan bebas dijelajahi. Dengan SDP Zero Trust, setiap pintu dikunci dan hanya bisa dibuka oleh pemilik kunci yang sah. Bukan hanya lebih aman, tapi juga adaptif terhadap kebutuhan modern: remote work, cloud, hingga regulasi ketat soal data privacy. Kesimpulan SDP Zero Trust bukan sekadar tren, melainkan keharusan bagi organisasi yang ingin bertahan di dunia digital yang penuh ancaman. Dengan menyembunyikan sumber daya, memperkecil permukaan serangan, menerapkan kontrol granular, dan manajemen real-time, strategi ini memastikan hanya entitas terpercaya yang bisa mengakses aset vital perusahaan. Bagi bisnis, keamanannya bukan lagi sekadar proteksi teknis—tapi fondasi untuk menjaga reputasi, kepercayaan pelanggan, dan keberlangsungan jangka panjang. Jika ingin serius menghadapi era digital dengan percaya diri, sudah saatnya Anda mempertimbangkan penerapan SDP Zero Trust dalam strategi keamanan perusahaan Anda. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan H3C Indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi h3c.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!

Read More
  • Previous
  • 1
  • 2
  • 3

Recent Posts

  • Transformasi Digital Rumah Sakit dengan SDN: Fondasi Baru Infrastruktur Kesehatan Modern
  • Membangun Fondasi Digital Modern: Mengapa Infrastruktur, AI, dan Visibilitas Menjadi Kunci Transformasi IT
  • Evolusi Switch Modern: Dari Sekadar Penghubung Jaringan Menjadi Otak Keamanan Infrastruktur Digital
  • Switch Modern Bukan Sekadar Perangkat Jaringan — Tapi Kunci Utama Keamanan Cyber di Era AI
  • Mengapa Keamanan dan Visibilitas Jaringan di Switch Menjadi Kunci Infrastruktur Modern

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Categories

  • blog
  • H3C
  • News
  • Uncategorized

H3C Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi H3C. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia

  • h3c@ilogoindonesia.id